Showing posts with label "Tempo Doeloe". Show all posts
Showing posts with label "Tempo Doeloe". Show all posts

Thursday, 27 September 2007

Aneka ragam kegiatan Cetiya Buddha Manggala

Banyak kegiatan2 positif yang telah dilaksanakan oleh Cetiya Buddha Manggala, walaupun dengan kondisi ruko yang apa adanya, kami senantiasa selalu memberikan kesempatan bagi Umat Buddha untuk mengenyam, melihat, dan mempraktekkan Dhamma itu sendiri, baik melalui wujud kegiatan seperti:
- Diskusi Dhamma
Untuk menambah pengetahuan Dhamma dan saling menukar pengalaman batin, dengan dibimbing oleh para bhikkhu.


- Puja Bakti Rutin setiap hari Rabu malam, jam 19:30-21:00


- Perayaan-perayaan Hari Besar Agama Buddha, seperti Vesakkha (Waisak), Asadha, Kathina, Magha Puja


- Menyokong Kehidupan Para Bhikkhu, seperti melakukan dana makanan


- Bakti Sosial
Dengan berdana alat2 sekolah, kebutuhan pangan, pelayanan doa ke rumah sakit


- Siraman Rohani Agama Buddha di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam, yang telah dimulai pada November 2005, dan dilaksanakan setiap hari Kamis (sebulan 2x)


- Berkunjung ke Sekolah Buddhis "ANANDA", sekaligus Cetiya Buddha Manggala menjadi PENGGERAK AWAL mulainya diadakan Perayaan Waisak di lingkungan sekolah.

Pengabdian Cetiya Buddha Manggala

Seiring berjalannya waktu telah banyak kegiatan-kegiatan positif yang telah diadakan oleh Cetiya Buddha Manggala, antara lain:

Sekolah Minggu Buddhis (tingkat SD, SMP, SMU/SMK) yang diasuh oleh
Ibu Wiwit, Bpk. Ngateman, Bpk. Wawan S. The, Bpk. Rusadi, dan Bpk. Danil.


Juga pernah adakan jalan-jalan bareng dan juga puja bakti di Pulau Galang, di sana ada dua buah vihara, yang satunya bernuansa Mahayana, dan satunya adalah Theravada, pulau ini dulunya digunakan sebagai tempat pengungsian orang2 Vietnam, oleh PBB di tahun 1986an...


Siswa-siswi Sekolah Minggu juga turut mengadakan Perayaan Waisak, Asadha, Kathina, dan Magha Puja.

Wednesday, 26 September 2007

Perjalanan Sejarah Awal Berdirinya Cetiya Buddha Manggala


Berawal dari satu usaha & pengorbanan mulia dua tokoh Buddhis: Bapak Lim A Ah (Alm), dan Bapak Gunawan, yang memiliki cita-cita luhur yaitu mendirikan sebuah vihara. Itulah yang terbenak dalam hati mereka. Tak lama hal itu terwujud dengan diresmikannya oleh Bpk. Suratmono, yang dihadiri pula oleh 3 bhikkhu: Bhante Dhammavijayo, Bhante Uttamo, dan Bhante Jayasiriko pada tanggal 6 April 1997, dan diberikan nama:
CETIYA BUDDHA MANGGALA,
Jln. Raja Ali Haji, Kompleks Inti Sakti Blok A No. 2, Nagoya, Batam.



Foto Bersama para Tokoh-tokoh Buddhis di Cetiya Buddha Manggala, pada saat peresmian Cetiya Buddha Manggala, th. 1997