Kembali Magabudhi Batam mengadakan acara Dhamma Talk yang bertemakan "Born Again". Acara yang sukses diadakan pada tanggal 24 November 2013 di Hotel Novotel ini mendatangkan tiga nara sumber yaitu: Brenda ie-McRae, CCHt, PLRt (Regression Specialist), Bhikkhu Cittavaro dan Bp. Tio Sugiartp. Acara ini dipandu Oleh Upc. Sutrisno, S.Ag sehingga berlangsung meriah dan sukses serta dapat mendatangkan peserta kurang lebih 1000 orang.
banyak hal yang berkenaan dengan Dhamma yang dibahas dalam Dhamma Talk ini diantaranya:
"Benarkah kehidupan lampau itu ada?"
"Mengapa kita harus terlahir kembali?"
"Kita pernah terlahir sebagai apa di masa lampau?"
"Apakah karma lampau mempengaruhi kehidupan kita saat ini ?"
"Dan kemanakah kita akan terlahir lagi, dan terlahir lagi?"
"Mengetahui dan membahas kehidupan lampau apakah hal yang tabu, menakutkan ataukah justru sebaliknya membawa manfaat bagi kita?"
"Akhirnya, bagaimana kita memutus rantai kelahiran ini?"
Dan berikut Documentasi kami:
Showing posts with label MAGABUDHI. Show all posts
Showing posts with label MAGABUDHI. Show all posts
Thursday, 5 December 2013
Dhamma Talk Born Again
Monday, 21 July 2008
Rakernas MAGABUDHI - Semarang - 27-29 Juni 2008
Rakernas atau Rapat Kerja Nasional Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia, 27-29 Juni 2008, di Kota Semarang.
Rakernas dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari PD dan PC Magabudhi se-Indonesia, kurang lebih 200 orang, berkumpul di Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Agama Kota Semarang di Watu Gong. Sungguh terasa bahagia.... seperti halnya berkumpul dalam satu keluarga besar. Nampak sekali suasana harmonis, akrab diantara anggota Magabudhi, kami saling bertukar pikiran, bertukar pengalaman, tentunya bertukar canda-gurau....
Dari Batam yang berangkat adalah PMd. Suwarno, dan dari Tanjung Pinang adalah PMd. Suni, Upc. Djohan, dan Upc. Deny, serta PMd. Dwi Prayitno...
Kami berangkat dari Bandara Hang Nadim pada hari Jumat pagi bersama2 dari teman2 PC Magabudhi Tanjung Pinang, dan transit sejenak di Cengkareng-Jakarta.
Pukul 3 sore kami telah tiba di Kota Semarang, dan dijemput oleh Panitia, dan tibalah kami di Vihara Buddhagaya - Watu Gong... disitu telah berkumpul sejumlah anggota Magabudhi, dan telah dimulainya acara Pembukaan Rakernas yang dihadiri oleh Bhante Cattamano mewakili Sangha Theravada Indonesia, dan dibuka oleh Bpk. Slamet - Bimas Buddha Jawa Tengah.

Malamnya kami berlanjut dengan Dialog Interaktif dengan Sanghanayaka - Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia yaitu Bhante Jotidhammo, dan Pengurus Pusat MAGABUDHI yaitu Rama Surya K. Widya, aneka pertanyaan seputar Sangha bergulir dari anggota Magabudhi, baik berupa masukan2, kritikan yang membangun... dengan senang hati Bhante Jotidhammo mendengar, dan menjawabnya, tentu semua ini demi kebaikan bersama Keluarga Besar Theravada Indonesia dan Umat Buddha.

Keesokan paginya, kami telah mulai dengan sejumlah agenda rapat per bidang yang terbagi menjadi tiga yaitu:
1. bidang Hukum, Sosial-Budaya, Sarana, Publikasi dan Komunikasi
2. bidang Pengembangan Organisasi
3. bidang Pendidikan
Dilanjutkan dengan rapat yang dibagi per wilayah, terdiri atas 7 wilayah yaitu:
1. Sumatera
2. Banten
3. Jateng
4. Jatim
5. Bali
6. Kalimantan
7. Sulawesi

Pada kesempatan yang berbahagia ini... dari perwakilan Batam memperoleh satu kesempatan untuk menunjukkan satu percontohan web yang dapat dijadikan contoh yang baik, untuk memulai langkah para Dhammaduta menyebarkan informasi dan Dhamma di dunia maya yaitu situs http://www.buddhamanggala.blogspot.com
Salam metta,
DPC MAGABUDHI Kota Batam
Rakernas dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari PD dan PC Magabudhi se-Indonesia, kurang lebih 200 orang, berkumpul di Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Agama Kota Semarang di Watu Gong. Sungguh terasa bahagia.... seperti halnya berkumpul dalam satu keluarga besar. Nampak sekali suasana harmonis, akrab diantara anggota Magabudhi, kami saling bertukar pikiran, bertukar pengalaman, tentunya bertukar canda-gurau....
Dari Batam yang berangkat adalah PMd. Suwarno, dan dari Tanjung Pinang adalah PMd. Suni, Upc. Djohan, dan Upc. Deny, serta PMd. Dwi Prayitno...
Kami berangkat dari Bandara Hang Nadim pada hari Jumat pagi bersama2 dari teman2 PC Magabudhi Tanjung Pinang, dan transit sejenak di Cengkareng-Jakarta.
Pukul 3 sore kami telah tiba di Kota Semarang, dan dijemput oleh Panitia, dan tibalah kami di Vihara Buddhagaya - Watu Gong... disitu telah berkumpul sejumlah anggota Magabudhi, dan telah dimulainya acara Pembukaan Rakernas yang dihadiri oleh Bhante Cattamano mewakili Sangha Theravada Indonesia, dan dibuka oleh Bpk. Slamet - Bimas Buddha Jawa Tengah.

Malamnya kami berlanjut dengan Dialog Interaktif dengan Sanghanayaka - Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia yaitu Bhante Jotidhammo, dan Pengurus Pusat MAGABUDHI yaitu Rama Surya K. Widya, aneka pertanyaan seputar Sangha bergulir dari anggota Magabudhi, baik berupa masukan2, kritikan yang membangun... dengan senang hati Bhante Jotidhammo mendengar, dan menjawabnya, tentu semua ini demi kebaikan bersama Keluarga Besar Theravada Indonesia dan Umat Buddha.

Keesokan paginya, kami telah mulai dengan sejumlah agenda rapat per bidang yang terbagi menjadi tiga yaitu:
1. bidang Hukum, Sosial-Budaya, Sarana, Publikasi dan Komunikasi
2. bidang Pengembangan Organisasi
3. bidang Pendidikan
Dilanjutkan dengan rapat yang dibagi per wilayah, terdiri atas 7 wilayah yaitu:
1. Sumatera
2. Banten
3. Jateng
4. Jatim
5. Bali
6. Kalimantan
7. Sulawesi

Pada kesempatan yang berbahagia ini... dari perwakilan Batam memperoleh satu kesempatan untuk menunjukkan satu percontohan web yang dapat dijadikan contoh yang baik, untuk memulai langkah para Dhammaduta menyebarkan informasi dan Dhamma di dunia maya yaitu situs http://www.buddhamanggala.blogspot.com
Salam metta,
DPC MAGABUDHI Kota Batam
Wednesday, 17 October 2007
Upgrading Pandita

Sebagai wujud upaya untuk memberikan pelayanan kepada Umat Buddha menjadi lebih baik dan profesional, kami para Pandita Muda dan Pandita Madya, mendapatkan satu kesempatan untuk mengikuti pelatihan, yaitu Upgrading Pandita, yang dilaksanakan di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya.
Kami berangkat dari Batam & Tanjung Pinang pada tanggal 22 Desember 2006 petang hari, bersama-sama rombongan para Pandita yaitu:
1. PMd. Dwi Prayitno
2. PMd. Sunni
3. PMd. Santoso
4. PMd. Suwarno
tiba di Jakarta, dan kami dijemput oleh Romo Lie Saw Fa, lalu tibalah kami di Vihara Dhammacakka, dan bermalam di ruang serba guna Vihara Dhammacakka. Ternyata di sana, telah hadir sejumlah perwakilan dari berbagai macam daerah... seperti dari Medan yaitu Romo Rudi Hardjon yang tak lupa membawa makanan khas Medan.. yaitu Mie Pangsit Medan, lalu dari Banjarmasin, Lampung, Bali, Jawa Tengah seperti daerah Tegal, Semarang, Jogja, Surabaya ... dan yang dekat2 pun juga turut seperti Tangerang, dan Jakarta sendiri.
Setiba di sana.. kami disambut dengan pendataan ulang, perkenalan dengan para pandita yang ada, wah serasa sebagai satu keluarga berkumpul .. kami diminta istirahat lebih cepat, karena keesokannya harus segera mengikuti acara dan ternyata acara pertama adalah Ujian Tertulis untuk Para Pandita.
Keesokan paginya, kami semua berkumpul di ruang perpustakaan, dan acara dibuka oleh Bhante Cittagutto, dengan satu pesan... supaya kami para Pandita bisa banyak mendapatkan manfaat dari pelatihan ini, yang kelak berguna untuk pengabdian kami.
Upgrading Pandita th 2006, merupakan program wajib dari DPP Magabudhi, untuk memberikan banyak bekal bagi para Pandita Muda dan Madya, bekal supaya mampu melayani umat dengan lebih baik, bekal bagaimana menjalankan tugas Pandita disela-sela tugas menjadi sebagai Kepala Rumah Tangga atau Ibu Rumah Tangga untuk para Ramani-nya.
Upgrading Pandita kali ini, diketuai oleh Ramani Mettadewi, beliau juga dikenal sebagai dosen agama Buddha di STAB Nalanda. Ramani Mettadewi menyampaikan pesan pembuka dari Magabudhi, sekaligus mengucapkan selamat mengikuti Upgrading Pandita.
Tibalah saatnya kami memulai dengan Ujian Tertulis pertama... ternyata para pandita juga ada test-nya lho.. jadi tidaklah maen-maen.
Selanjutnya diisi dengan berbagai sesi pelatihan seperti:
Hari Pertama:
1. "Psikologi" oleh Pdt. Dr. R. Surya Widya
2. "Komunikasi & Motivasi" oleh Pdt. Dr. R. Surya Widya
3. "Peranan Pandita" oleh PMy. Dharmanadi Chandra, S.E.
4. "Sejarah Perkembangan Agama Buddha di dunia dewasa ini", oleh PMy. Dharmanadi Chandra, S.E.
Pada sesi ini Romo Dharmanadi banyak menjelaskan bagaimana sejarah Theravada itu sendiri... ternyata Theravada ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Agama Buddha itu sendiri, dan menjunjung tinggi TIPITAKA Pali.
5. Kebaktian Malam, yang mana dipilih beberapa orang Pandita yang akan diuji dalam memberikan pembabaran Dhamma atau kerap dikenal dengan sebutan Dhammadesana.
6. "Peranan AbhiDhamma dalam Kehidupan sehari-hari" oleh PMy. Mettadewi Wong, S.H., S.Ag.
Hari ke-2, kami berlanjut lagi:
1. Mengikuti Puja Bakti di Vihara Dhammacakka, bertepatan dengan hari Minggu, kami para pandita diminta mengikuti sesi Puja Bakti, dan ternyata wah... umat yang hadir mencapai hampir 1000 umat lho.. ini baru Minggu pas liburan tahun baru, bisa dibayangkan kalau hari-hari biasa. Sungguh berbahagia.. apabila makin banyak orang yang bisa mengenal Dhamma, dan mempraktekkannya dengan sungguh-sungguh... tentu hal ini tak terlepas dari tugas para Dhammaduta, termasuk didalamnya para Bhikkhu, samanera/i, Pandita, dan upacarika.
2. "Teknik Penulisan dan Diskusi" oleh Pdt. Dr. Dharma K. Widya
3. "Sutta-Sutta Utama" oleh Pdt. T. Harmanto
4. "Pengenalan Bhikkhu Sila" oleh Bhante Cittagutto
5. Test akhir
Hari ke-Tiga...
1. Puja Bakti pagi hari bersama Para Pandita
2. Temu Wicara dengan Ketua Umum PP MAGABUDHI
3. "KONSELING" oleh Bpk. Tommy Siawira,
Kali ini.. Bapak Tommy tak mengenal lelah.. hampir seharian dari jam 10 hingga jam 3 sore, beliau setia membimbing kami dalam memberikan pelatihan Konseling dengan NLP.
4. Tes dan Wawancara Pandita
5. Penyerahan Sertifikat
Sungguh berbahagia... ternyata kami semua lulus semua, dan telah terpilih Pandita Terbaik yaitu Romo Rudi Hardjon, Romo Dwi Prayitno .. Selamat dan Salut, semoga prestasi yang baik ini juga bisa diukir dalam Pengabdian selanjutnya.
Demikianlah.. yang bisa kami sharing. Semoga bisa bermanfaat, dan memotivasi para Dhammaduta yang ada.. untuk berpacu dalam kebajikan, bersemangat dalam mengembangkan Buddha-Dhamma, dan berhasil mencapai cita-cita tertinggi yaitu Maju Bersama Dalam Dhamma, dan Mencapai NIBBANA.
Salam metta,
DPC MAGABUDHI Kota Batam
Prosesi Perayaan 30 Tahun Abdi Dhamma

Namo Buddhaya,
Tak terasa perjalanan hidup 2 organisasi agama Buddha mazhab Theravada yang bernama:
1. Sangha Theravada Indonesia
2. Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia
telah bersama-sama genap berusia 30 tahun.
Kami turut berbangga sebagai bagian dari Keluarga Besar Theravada Indonesia, bisa turut merasa sebagai satu keluarga, turut merasakan kebahagiaan bersama dalam Pengembangan dan Pengabdian Buddha-Dhamma di bumi Indonesia.
Kami dari DPC MAGABUDHI Kota Batam mengucapkan selamat kepada Sangha Theravada Indonesia dan Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia yang telah berhasil merayakan Perayaan Ultah-nya ke 30 pada tahun lalu 10-12 November 2006 di Jakarta, walaupun hampir setahun berlalu, dan kini saatnya kami mengucapkan kembali selamat kepada STI dan MAGABUDHI yang akan segera memasuki usia ke-31 tahun, tepatnya pada akhir Oktober mendatang.
Berikut cuplikan perjalanan mengikuti Prosesi Perayaan 30 Tahun Abdi Dhamma, di mana dalam rombongan dari Batam dan Tanjung Pinang berangkat bersama-sama, di antaranya terdiri dari:
1. PMd. Dwi Prayitno
2. PMd. Sunni
3. Upa. Bunce
4. PMd. Santoso
5. PMd. Suwarno
6. Upa. Ar.Ali
Bersama-sama kami berangkat dari Batam, dengan pesawat AirAsia pada hari Kamis petang, dan tiba di Jakarta, pada pukul 7 malam, dijemput oleh Romo Lie Saw Fa.
Keesokan paginya kami segera harus mengikuti beberapa rangkaian acara di hari-1 yaitu:
1. Pembukaan Puja Relik di Mega Glodok KemayoranPada pembukaan ini, diikuti oleh segenap anggota MAGABUDHI dari berbagai daerah, termasuk seperti Bali, Balikpapan, Banjarmasin, Bali, Lombok, Lampung, Jambi, Batam, Tanjung Pinang, pelosok-pelosok Jawa Tengah.
Juga nampak rombongan Bhikkhu dari STI, dimana Bhante Subalaratano tampil sebagai bhikkhu yang paling senior diantaranya, Dhammadesana dibawakan juga oleh Bhante Subalaratano, beliau bercerita sedikit bagaimana perjalanan sejarah awal Sangha Theravada Indonesia, dari masa dulu hingga sekarang.. beliau mengibaratkan seperti dulunya STI dan MAGABUDHI adalah sebuah kendaraan roda dua, yang hanya mampu memuat 2 orang saja, kini STI dan MAGABUDHI telah berkembang besar, ibarat telah menjadi kendaraan roda empat, yang telah bisa digunakan memuat banyak orang, yang artinya... STI dan MAGABUDHI telah menjadi besar, karena dukungan umat Buddha, selanjutnya STI dan MAGABUDHI selayaknya bisa melayani umat Buddha dengan lebih banyak dan lebih baik.
2. Membuka Pameran dari sejumlah stan-stan yang telah diisi oleh Keluarga Besar Theravada Indonesia, seperti MAGABUDHI, WANDANI, PATRIA, Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Dhammadipa Arama Batu Malang, STAB Nalanda, STAB Syailendra, dan Keluarga Mahasiswa Buddhis di Jakarta.
3. Mengikuti Pelatihan NLP bersama Bpk. TOMMY SIAWIRATentu tak asing lagi bagi kita untuk mendengar nama Bpk. Tommy Siawira, Indonesia's NLP Trainer, beliau juga dikenal sebagai Human Excellence Coach.
Dalam kesempatan ini, beliau berkenan sharing ilmu NLP untuk teman2 Pandita, yang kelak bisa berguna bagi para Pandita, Romo, dan Ramani dalam membina dan melayani umat Buddha. NLP ternyata sejalan dengan Buddhism, salah satu ungkapan dalam Buddhism : Pikiran adalah Pelopor, ternyata adalah sebuah landasan teori juga dalam NLP, sangat-sangat sejalan. Dalam ilmu NLP ini ditekankan bagaimana kita bisa memprogram pikiran kita sendiri, sehingga bisa berpengaruh terhadap tindakan dan ucapan kita, kita programnya baik, maka pengaruhnya juga akan baik.
Ternyata benar juga... apa yang disampaikan oleh beliau.. sangatlah berguna bagi kami. Terima kasih Bapak Tommy, semoga selalu sehat & bahagia.

Selanjutnya di hari ke-2, kami mengikuti aneka kegiatan di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, dengan rangkaian acara sebagai berikut:
1. Pemotongan Tumpeng Ulang Tahun STI dan MAGABUDHI
Kali kesempatan ini, rombongan bhikkhu dari STI telah lebih banyak yang hadir, dan nampak di deretan depan Bhante Pannavaro, Bhante Dhammasubho. Pembacaan Paritta pemotongan tumpeng dipimpin oleh Bhante Pannavaro, beliau di awal acara memberikan pesan dan kesan, bahwa STI telah lama berdiri, melalui perjuangan yang diawalnya cukup sulit, di mana saat itu umat beragama Buddha masih cukup asing dengan mendengar kata "Theravada"... kami dapat memakluminya, karena informasi tentang mazhab Theravada belumlah lengkap adanya seperti sekarang. Kami salut dengan perjuangan senior-senior kami sehingga telah mampu melahirkan STI dan MAGABUDHI.
Memang banyak didengar cerita dari orang per orang, apakah STI ini pecahan dari salah satu Sangha di Indonesia??? ternyata setelah kami mendapatkan penjelasan, ternyata TIDAK jawabnya, STI lahir dari para bhikkhu yang memang bukan anggota dari Sangha manapun di Indonesia. Pelaku sejarah dari para pendiri STI masih ada, salah satunya adalah Bpk. Cornelis Wowor. Semoga ini bisa menjadi pencerahan bagi umat Buddha, untuk mampu memahami sejarah yang benar dari STI itu sendiri.
Selanjut sesi Dhammadesana dibawakan oleh Bhante Saddhaviro, selaku Ketua Bidang Sosial dan Budaya, beliau berpesan bagi para bhikkhu untuk lebih menggiatkan kembali pengabdiannya kepada masyarakat umat Buddha, diharapkan tidak hanya berdiam diri dalam "Istana"-nya. Sungguh dalam makna dalam Dhammadesana Bhante Saddhaviro.
2. MOTIVASI oleh Bpk. Andrie Wongso
Sesi siang harinya, kami seharian para anggota Pandita MAGABUDHI mendapatkan banyak motivasi-motivasi dari Bpk. Andrie Wongso, beliau dikenal sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Sungguh patut berbangga, kita sebagai umat Buddha, ternyata memiliki sebuah aset bangsa, yang patut dibanggakan yang telah banyak memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa Indonesia selama ini. Salut buat beliau, semoga perjuangan dan pengabdian beliau terus berlanjut ... terus mengabdi tiada henti selayaknya slogan kami dari para anggota MAGABUDHI.
3. Siraman Dhamma oleh Bhante Pannavaro
Siraman Dhamma yang dibawakan oleh Bhante Pannavaro kali ini, sungguh menyentuh sekali, beliau membahas tentang Ke-"AKU"-an, bagaimana kita harus mampu mengendalikan Sang Aku, apabila kita tak mampu mengendalikannya, maka kita akan menjadi subyek penderitaan dari Sang Aku itu sendiri.

Hari Terakhir, yaitu hari ke-3, adalah puncak acara Ultah STI, dipusatkan di Mega Glodok Kemayoran, wah kami sungguh tertegun, umat yang hadir mencapai 2000an orang lebih memenuhi Mega Glodok.
Acara dikemas dengan cukup menarik, dengan menampilkan Olivia Yunita dan Deasy, yang sudah cukup terkenal sebagai Artis Buddhis Indonesia, Deasy adalah bibit baru yang berbakat, dan telah meraih juara dalam AFI (Indosiar) Yunior.
Lalu menampilkan diskusi kilas balik perjalanan Bhante Dhammasubho dan Bhante Jotidhammo yang telah genap menjalankan 20 vassa (mahathera), 20 tahun menjadi Bhikkhu dalam Sangha Theravada Indonesia. Penuturan-penuturan Bhante Dhammasubho cukup menarik, dan membuat banyak hadirin yang hadir menjadi antusias mendengarkannya.
Selanjutnya dihadirkan pula artis Dewi "Dee" Lestari dan Marcell Siahaan, yang merupakan artis Indonesia, Dewi Lestari dikenal sebagai penulis novel "Supernova" dan Marcell adalah pemain dalam salah satu grup band di Indonesia.
Mereka berdua adalah berlatar belakang dari keluarga non-Buddhis, namun kini mereka telah mengenal "DHAMMA", melihat "DHAMMA"... sehingga hal ini memotivasi mereka untuk berani menyatakan diri pindah agama menjadi Buddhis.
Ternyata Marcell sendiri telah mengenal agama Buddha semenjak kecil, dalam penuturannya, dia sangat mengagumi sosok Bhante Pannavaro, yang mana dulunya kerap mengisi Mimbar Agama Buddha di TVRI, Marcell merasa senang menonton acara tersebut, dan mendapatkan kedamaian setelah mendengarkan uraian Dhamma yang dibawakan oleh Bhante Pannavaro. Kini mereka telah menemukan Permata Dhamma, semoga yang menjadi harapan kami bersama.. Permata Dhamma ini peganglah dengan kuat, jalanilah dengan baik, semoga semua mahluk berbahagia.
Demikianlah perjalanan kami selama tiga hari di Jakarta, untuk mengikuti Perayaan Ulang Tahun Sangha Theravada Indonesia dan Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia ke-30 pada tgl 10-12 November 2006, semoga kejayaan, kesuksesan, kebahagiaan selalu menyertai bagi kita semua, dan tercapailah cita-cita kita bersama yaitu mencapai Nibbana, sebagai buah dari Pelaksana Dhamma.
Salam metta,
DPC MAGABUDHI Kota Batam
Wednesday, 3 October 2007
Dirgahayu MAGABUDHI ke-31

Mari kita bersama-sama mengucapkan "Selamat kepada MAGABUDHI yang telah berusia 31 tahun, semoga senantiasa selalu Tulus Mengabdi Tiada Henti..."
Salam metta
DPC MAGABUDHI Kota Batam
Subscribe to:
Posts (Atom)